Sumber.com – Siberia yang telah menjadi bagian dari negara Rusia sejak abad ke-16 dan 17 merupakan sebuah wilayah masif yang menyimpan begitu banyak rahasia, dan juga bahaya. 

Siberia tak mudah dijamah oleh manusia; sebagian besar medan alamnya masih liar, cuacanya pun dingin dan cukup ekstrem. Kemudian karena terletak di lintang yang tinggi, wilayah Siberia memiliki karakteristik permafrost (berada di titik beku atau di bawah titik beku selama bertahun-tahun lamanya). Faktor-faktor semacam ini membuat kita tak begitu tahu banyak tentang Siberia, serta segelintir komunitas penduduk lokal yang mendiami wilayah ini. 

Dilansir dari Listverse, berikut ini adalah 3 teka-teki dan temuan langka yang pernah kita dapatkan dari Siberia.



Referensi Pihak Ketiga
Lubang yang ditemukan di tundra Siberia via livescience.com

Tundra adalah suatu bioma di mana tumbuh-tumbuhan di dalamnya mengalami pertumbuhan yang terhambat, karena rendahnya suhu di wilayah tersebut. Pada tahun 2016, peneliti menginjakkan kaki di Pulau Bely di Siberia dan menemukan sesuatu yang aneh: Sejumlah titik di pulau tersebut memiliki tanah yang labil, dengan tekstur yang menyerupai jeli. Tak hanya itu, beberapa bagian jeli tersebut akan membengkak menjadi suatu gundukan, lalu meledak. 

Hal ini menjadi berbahaya, ketika gundukan tanah serupa mulai muncul di seluruh wilayah Siberia. Pasca ledakan, gundukan tanah tersebut berubah menjadi sebuah lubang – ada yang berukuran kecil, tapi ada juga yang menyerupai kawah raksasa. Di Semenanjung Yamal misalnya, ada satu lubang yang ukuran diameternya bahkan mencapai 30 meter!

Dari survei yang dilakukan, peneliti menemukan 7.000 gundukan di Semenanjung Yamal dan Gydan. Saat ditelaah lebih dalam, gundukan tersebut merilis gas metana yang terkonsentrasi dan karbon dioksida. Jumlah level metana di dasar kawah Yamal malah ditemukan sangat ekstrem jumlahnya.

Fenomena geologi ini masih menjadi misteri. Tapi bisa jadi, bawah tanah tundra Siberia memiliki sumber gas yang sudah ada sejak lama, namun tersegel di bawah lapisan es permafrost. Dan karena wilayah Eurasia mulai menghangat belakangan ini (karena pemanasan global), bisa jadi tanah permafrost Siberia mulai meleleh dan gas bawah tanah tersebut pun muncul ke atas permukaan, dan tekanannya menyebabkan ledakan.

2. Pulau yang penuh dengan reruntuhan Por-Bazhyn via amusingplanet.com

Di tengah suatu danau di Siberia, terdapat sebuah pulau yang penuh dengan reruntuhan peninggalan peradaban manusia. Kompleks reruntuhan seluas 3,5 hektar ini ditemukan pada tahun 1891, dan dikelilingi oleh dinding setinggi 10 meter. Namanya adalah Por-Bazhyn.

Por-Bazhyn adalah salah satu misteri arkeologi terbesar di Rusia. Tidak ada yang tahu apa fungsi Por-Bazhyn, siapa yang membangunnya, atau mengapa ada orang yang ingin membangun sesuatu di tengah-tengah danau. Por-Bazhyn terletak sangat jauh dari rute perdagangan dan pemukiman manusia lainnya.

Jika dilihat dari dindingnya, situs berusia 1.300 tahun ini bisa jadi adalah sebuah benteng. Tapi, Por-Bazhyn dibangun di wilayah dataran tinggi, yang berarti Por-Bazhyn selalu dilanda oleh musim dingin yang ekstrem. Dan Por-Bazhyn sama sekali tidak punya sistem pemanas. 

Tapi ada satu petunjuk. Layout Por-Bazhyn mirip dengan layout kompleks biara Buddha dan kerajaan kuno di Tiongkok semasa Dinasti T’ang: Ada beberapa rumah kecil yang berbaris mengelilingi rumah utama di halaman dalam. Lalu, beberapa bagian konstruksi mirip dengan teknik dou-gung Tiongkok. Namun penelitian mendalam masih harus dilakukan lagi.

3. Manusia yang hidup di tengah-tengah alam liar taiga Siberia


Referensi Pihak Ketiga
Hutan taiga di Siberia adalah salah satu wilayah yang masih belum terjamah oleh manusia karena faktor lingkungan yang cukup ekstrem, hewan liar dan salju yang tebal. 

Sebuah pemantauan dari udara yang dilakukan pada tahun 1978 menyisiri area taiga di dekat perbatasan Mongolia. Seharusnya, tak ada orang yang bisa menjejakkan kaki ke sini. Tapi, peneliti dikagetkan dengan keberadaan sebuah keluarga yang tinggal di tengah-tengah taiga Siberia: Mayoritas anak-anak keluarga tersebut yang sudah dewasa tak pernah melihat manusia lainnya, dua di antaranya bahkan sangat histeris saat ahli geologis memasuki kabin. 

Mereka adalah keluarga Lykov. Orang tua mereka adalah penganut kepercayaan lama yang kemudian melarikan diri dari persekusi Stalin dengan memasuki wilayah taiga Siberia di tahun 1936. Mereka akhirnya tinggal di area tersebut tanpa pernah ditemukan selama lebih dari 40 tahun lamanya – mereka bahkan tidak pernah tahu tentang adanya Perang Dunia II!

Saat ahli geologi tiba, si ibu, Akulina, sudah meninggal karena kelaparan 17 tahun yang lalu. Sang ayah, Karp, tinggal dengan anak-anaknya Savin (45), Dmitry (36), Natalya (42) dan Agafya (34). Dua anak mereka yang bungsu dilahirkan saat si orang tua menetap di tengah alam liar Siberia.

Karena wabah kelaparan menjadi semakin fatal di tahun 1981, ditambah lagi dengan kepercayaan religius mereka, kelangsungan hidup keluarga Lykov terancam. Dmitry menolak menerima perawatan pneumonia, lalu Natalya dan Savin pun meninggal karena gagal ginjal. Agafya menguburkan ayah mereka di tahun 1988, dan Agafya si bungsu menjadi satu-satunya anak keluarga Lykov yang masih bertahan hidup. Agafya menolak untuk pindah ke peradaban, dan masih tinggal di rumah keluarganya.


(Sumber : Suara.com)